Kala Sang surya hampir turun dari peraduannya...
Diiringi alunan syahdu lagu favorit dan secangkir teh hangat..
Berhembus bayu perlahan membisikan jeritan rindu pada sang terkasih..
membangkitkan kerinduan pada sang belahan hati..
Kembali terlintas sekelebat bayangan hangat itu...
Yang selalu membiarkan dadanya dibanjiri airmata keluh kesah ku..
Senyum kecil yang tersungging disetiap kali ku mengadukan hal konyol..
Tangan hangat yang selalu menghapus airmata ku saat kurasa dunia mulai terasa tak adil..
Jauh...
Kini telah jauh jarak dan waktu yang memisahkan kita..
Menyisakan sesak saat memory indah itu kembali lewat..
Membawa senyum simpul ketika teringat semua kekonyolan itu..
Bahkan terkadang penyesalan ..
Tentang semua kemunafikan janji hidup kita yang pernah begitu sangat ingin kita tepati..
Wahai nama yang pernah aku sebut dalam doaku..
Bahagialah disana...dengan apa yang kamu pilih..
Dengan apa yang kamu impikan..
Tetaplah berjalan maju walau mimpi itu tak lagi indah..
Tetap lah menatap lurus walau pilihan itu tertutup kabut..
Wahai hati yang pernah menjadi yang terbaik..
Jangan coba untuk berhenti dari langkahmu...
Dan jangan pernah coba berbalik untuk menoleh kebelakang..
Karna...
Tak akan lagi ada aku disana..
Kini telah jauh jarak dan waktu yang memisahkan kita..
Menyisakan sesak saat memory indah itu kembali lewat..
Membawa senyum simpul ketika teringat semua kekonyolan itu..
Bahkan terkadang penyesalan ..
Tentang semua kemunafikan janji hidup kita yang pernah begitu sangat ingin kita tepati..
Wahai nama yang pernah aku sebut dalam doaku..
Bahagialah disana...dengan apa yang kamu pilih..
Dengan apa yang kamu impikan..
Tetaplah berjalan maju walau mimpi itu tak lagi indah..
Tetap lah menatap lurus walau pilihan itu tertutup kabut..
Wahai hati yang pernah menjadi yang terbaik..
Jangan coba untuk berhenti dari langkahmu...
Dan jangan pernah coba berbalik untuk menoleh kebelakang..
Karna...
Tak akan lagi ada aku disana..